PEMUDA DAYAK – West Borneo

Never Give Up teruslah berkarya

PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DI CREDIT UNION

Posted by pemudadayak pada Juni 6, 2008

CUPK mulai melakukan penerapan TI di semua Tempat pelayanan sejak januari 2004. empat tahun sudah CUPK menggunakan / menerapkan teknologi computer untuk mendukung proses transaksi dan pelayanan lainnya. Tak bisa di pungkiri peralihan system manual ke komputerisasi merupakan suatu nilai Plus. Kalau dulunya customer(anggota) mau setor, petugas harus di cari dulu KSPA (Kartu Simpanan dan Pinjaman Anggota) yang bersangkutan, baru kemudian melakukan proses transaksi manual. Sekarang cukup ingat nomor Buku Anggota (BA) petugas bisa langsung menemukan kartu anggota tersebut.

Efisiensi dan Kemudahan

Dalam pemanfaatan teknologi informasi (TI), boleh dibilang industri jasa keuangan dewasa ini merupakan yang terdepan. Perbankan misalnya, membutuhkan TI sebagai driver untuk mendukung proses bisnis, kegiatan operasi, dan customer service.
Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan nasabah, yang umumnya sangat membutuhkan layanan yang convenience, yakni tersedianya channel access yang banyak, aman, nyaman dan layanan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu sepanjang tahun. Lalu bagaimana pemanfaatan TI di Credit Union?

Penerapan TI di credit union ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasi dan meminimalisasi resiko operasi, meningkatkan produktivitas, ketepatan dan keamanan operasi. Selain itu TI digunakan sebagai piranti analisis dan instrumen pemasaran.

Penerapan TI harus mampu memberikan kemudahan dan kenyamanan pada customer dalam melakukan transaksinya. Karenanya, selain TI, faktor sumber daya manusia harus menjadi perhatian penting dalam mendukung setiap layanan yang diberikan. Sehingga, sumberdaya manusia yang handal didukung oleh teknologi yang relevan akan mampu memberikan optimalisasi pelayanan dan variasi produk yang dibutuhkan nasabah /anggota.

Infrastrukur

Sejauh mana fungsi divisi IT di Credit Union ? apakah hanya sekedar Support…?

Perlu pemahaman yang mendalam terhadap pekerjaan IT, banyak orang menganggap bahkan sesama pegawai di suatu organisasi yang menganggap IT hanya sebagai support,  Orang2 yang ada di Team IT juga sebenarnya menjadi service oriented organization.  TI tidak saja sebagai pendukung, melainkan juga mendampingi aktivis dalam melakukan kegiatan transaksi sehari-hari. Orang IT harus mengikuti perkembangan Teknologi agar tidak ketinggalan. Misalnya dengan membaca di majalah2 seputar IT atau bisa Browsing di internet dan juga banyak melakukan simulasi.

Kalau di Bank upaya peningkatan SDM bagi team IT dilakukan melalui pelatihan in-house dan pendidikan jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri. Sedang untuk investasi penerapan TI-nya tak kurang disediakan investasi sebesar 50 miliar per tahun. Harapannya, BANK akan tetap dapat meng-update kebutuhan TI-nya secara lebih baik dan dapat bersaing dengan Bank-bank lainnya. Karenanya, betapapun bagusnya pengelolaan lembaga, jika tidak didukung oleh aplikasi TI yang sesuai dengan kepentingan lembaga itu, sulit diharapkan.

Kerjasama team IT sangat penting ini semua demi kelancaran dan tercapainya target. Divisi IT di lembaga harus punya rancangan kerja/job description? Jika belum ini adalah penyakit. pekerjaan IT tidak bisa di monopoli oleh seseorang atau bekerja sendiri tanpa petunjuk apa yang harus di kerjakan dan kapan harus mengerjakan itu serta kapan harus di selesaikan.

Security

Penerapan TI memang mempunyai potensi kegagalan atau dampak negatif yang justru akan menyebabkan kerugian. Sisi negatif tersebut bisa didefinisikan sebagai risiko penerapan TI, yang kualitas dan kuantitas resikonya tergantung seberapa besar ancaman yang mungkin dihadapi. Juga, bagaimana kesiapan internal lembaga tersebut menghadapi setiap ancaman, serta seberapa besar dampaknya terhadap kinerja.

Risiko kegagalan TI sebenarnya sudah diantisipasi oleh teknologi itu sendiri. Hal ini ditunjukkan dengan tersedianya fasilitas security system untuk setiap jenis teknologi dan sistem informasi, baik perangkat keras maupun perangkat lunak.
Masalahnya adalah bahwa pengguna fasilitas tersebut adalah orang atau organisasi, yang bisa jadi merupakan sumber potensi kegagalan dalam penerapan TI.

Integrasi fungsi antara teknologi, sumber daya manusia, dan organisasi inilah yang menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko penerapan TI. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat mengetahui seberapa jauh fungsi masing-masing itu baik adalah melalui audit IT.

Karena itu, selain security system yang ada di setiap aplikasi TI, security policy pun menjadi acuan bagi para pegawai. Misalnya dengan disiplin menggunakan aplikasi, selalu log off jika anda akan meninggalkan meja transaksi dan banyak lagi……!

Satu Tanggapan to “PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DI CREDIT UNION”

  1. […] on Guide To Optimizing WordPress Servers by Optimalisasi … Saved by stdstaff on Wed 22-10-2008 PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DI CREDIT UNION Saved by photokisses on Tue 21-10-2008 JMT Saved by khefner on Mon 20-10-2008 Menjadi Politikus […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: